Latest Tweets:

Menulislah! Berbagilah!

Senin pagi,

Kala mentari menyapa setiap insan di bumi untuk memulai hari, mengawali minggu baru di penghujung tahun ini.

Pagi ini diawali dengan sebuah kerinduan yang membuncah, rasa rindu akan menulis, rindu akan berbagi. Lama rasanya sudah tidak lagi menulis, tidak lagi berbagi akan hal-hal menarik nan menggelitik.

Dan pagi ini, aku biarkan otak bagian kanan menuliskan apapun yang terlintas tanpa mengindahkan otak kiri untuk berpikir secara sistematis.

Desember ini genap 3 tahun aku melakukan aktivitas menulis, meskipun 1 tahun terakhir ini, nyaris tidak ada satupun tulisan yang berhasil dibuat. Mungkin memang benar, target menulis yang berasal dari diri sendiri tidak akan mempan membuat kita terpacu untuk menulis.

Satu hal yang pasti, di tahun ini aku mulai jatuh cinta, pada kata-kata. Sebagian orang bilang, cinta seringkali membuat seseorang menjadi puitis, menjadi pandai merangkai kata. Untuk hal ini, aku sependapat.

Sastra, cinta, dan duka.

Perasaan cinta membuat kita lebih mudah untuk mengolah kata, menjadikannya sastra yang indah untuk di rasa. Dan teruntuk duka, dialah yang membuat cinta lebih memiliki rasa. Seringkali perasaan duka dengan mudahnya dibalut dalam rangkaian kata, dalam alunan nada-nada sastra.

Menulislah! Berbagilah!

Sebuah hal yang terdengar sederhana namun sulit untuk secara konsisten dilakukan. Dan mungkin, tulisan ini lah yang akan mengantarkannya ke gerbang konsistensi itu. Semoga.

17 Desember 2011,
Ketika tetesan rindu membangunkanku dari lelapnya mimpi.